Kita tidak akan pernah tahu apa yang Tuhan akan lakukan. Terkadang kita merasa bodoh memimpikan impian-impian yang Tuhan taruh di dalam hati kita. Mimpi itu selalu kelihatan terlalu besar. Dan kita takut terlihat aneh ketika kita ingin mencobanya. Sehingga terkadang kita menyerah terlalu cepat. Saya bisa menyerah, ketika orang terdekat saya mulai mempertanyakan sebenarnya apa impian saya! Saya bisa saja menyerah, ketika teman-teman saya mulai meremehkan dan membicarakan saya dibelakang! Saya bisa saja menyerah, khususnya ketika orang tua saya mulai gelisah dengan keadaan saya. Tapi mengapa tak kunjung menyerah? Ada alasan, ada Tuhan yang akan menepati janji pada kita. Mempertemukan dengan impian yang kita anggap bodoh. Meskipun disepanjang perjalanan kadang rasa percaya kita renggang saat berjalan menuju impian itu. Tidak ada mimpi yang datang terlalu cepat atau datang terlalu lama. Tidak peduli betapa tuanya kita. Impian yang Tuhan taruh tidak pernah terlalu terlambat...
Heii Pernah ngaa sih dalam hidup ini berada di posisi kosong, hampa, atau seperti kehilangan semangat hidup? Merasa kayak apa yang kamu kerjakan pasti ngaa akan bisa sampai garis finish? Merasa gagal, hancur hati, seperti bukan diri kita yang dulu, apa-apa bawaannya langsung negatif, gampang tersinggung, hilang semangat, dan ngak ambisius akan sesuatu hal. Alasan mengapa aku menulis ini, karena aku pernah ada di fase ini. Sampai satu ketika, aku dengar sharing dari seseorang di media sosial, di mana juga ngalamin hal yang sama. Dan, mungkin juga kalian yang baca saat ini sedang bergumul hal yang sama. So, apakah kita akan tetap diam jika sedang berada dalam fase ini? atau justru mencari tahu penyebab kenapa sampai bisa aku seperti ini? Aku ngak mau jadi orang yang sok tau dan paling benar, aku rindu kita sama-sama bertumbuh, saling membantu untuk bisa bangkit apabila kamu sedang down saat ini. For me, menulis topik ini semacam healing buat aku pribadi, k...
Ada orang berkoar seperti mengenal Tuhan Yesus tapi tidak bisa menunjukkan kasih ke orang lain
BalasHapus