Sedang Belajar Terbuka sama Tuhan
Mulai dari Mana?Aku seorang yang introvet, jelas untuk memulai sebuah hubungan dengan siapapun adalah hal yang sulit. Karena kamu terbiasa untuk tidak mempublish apapun isi hati kamu, bahkan segala kegiatan-kegiatan kamu biasanya. Merasa kalau orang lain tidak perlu tahu apa isi kepala kita. Bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun sangat sulit untuk sekedar mencurahkan isi pikiran bahkan untuk meminta saran pada orang. Tapi bukan berarti kamu apatis terhadap lingkungan sekitar. Rasanya senang jika mampu membahagiakan orang lain, senang jika orang lain menceritakan tentang dirinya atau bahkan meminta saran untuk pergumulan yang sedang dihadapi. Meskipun kamu setertutup itu, apakah kita menganggap orang lain sama dengan Tuhan Yesus yang menurutmu tidak perlu tahu siapa dirimu? Meskipun Dia sebenarnya sudah tahu semua tentangmu. Tuhan kita jadikan nomor berapa dalam hati kita? Pernah ngak kamu tidak sengaja menemukan kalung kamu yang sudah terlilit acak-acakan, sehingga ketika hendak mau memakai harus dibenarin dulu? Pastinya dibutuhkan kesabaran dan waktu ekstra untuk memperbaikinya, atau bahkan kamu marah karena sulit diperbaiki. Nah, mungkin hal tersebut juga bisa terjadi kalau kamu menemukan orang atau bahkan diri kamu sendiri yang kadang menyebalkan dan berbelit-belit? Sehingga acap kali dengan cepat kamu menilai orang ini sifatnya blaaa,blaaaa,blaaa..., atau tidak layak dijadikan teman. Sehingga membuat kamu tidak memiliki seseorang untuk mendengarkan ceritamu.Tuhan itu Mahatahu, tapi bukan berarti kita tidak perlu bercerita tentang semua hidup kita kepada-Nya. Bagaimana kita bisa terbuka dengan orang lain yang tidak kita kenal, jika pada sang pencipta saja kita tidak mau memulainya. Komunikasi yang kamu bangun dengan Tuhan, akan membuatmu merasa nyaman, percaya diri, sehingga menjadi terbuka, kita jadi bercerita apa adanya layaknya sahabat dan akhirnya menjadi dekat. Selain itu imbalan yang akan kita dapat akan membuat kita menjadi pribadi yang mampu menerima diri sendiri, sebab dalam Tuhan tidak ada kata penolakan, hanya ada penerimaan tanpa syarat. Jadi, Tuhan itu adalah tempat teraman dan terbaik untuk mengakui keberadaan kita. Dia akan mendengar cerita bukan mencari kesalahan, melainkan menuntun kita pada kasih karunia-Nya. Aku mengasihimu semuanya :)
Komentar
Posting Komentar