Setiap Kita adalah Unik

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, Ia mau supaya kita hidup didalamnya. "Efesus 2:10".

Mengapa ladang orang lain lebih subur, ketimbang dengan ladang milikku? 
Banyak dari kita mencoba menjadi apapun selain menjadi diri sendiri! 
Ada yang memaksakan pakaian itu baginya, padahal tau jelas seharusnya tidak untuk dia kenakan, tau bahwa itu kurang nyaman dan justru jadi terlihat aneh.

Kita kehilangan nalar untuk bisa mengerti siapa kita, cenderung mengkhawatirkan orang lain (negatif), menjadi pribadi yang suka mengoreksi tapi lupa jejak yang sudah kita tinggalkan di masa lalu.
Mendambakan menjadi bunga, yang mungkin mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Memanipulasi diri, mengingini yang orang lain miliki.

Kamu dan aku lupa bahwa kita ternyata diciptakan Tuhan untuk melakukan perkara-perkara yang tidak biasa. 
Jangan pernah mencoba meniru panggilan orang lain. Jangan menjadi penari, akan menyulitkan jika itu bukan panggilanmu. Pada akhirnya kamu tidak akan menyukai itu, karena kamu hanya mendambakan tepuk tangan yang diberikan penonton kepada penari itu. 

Setiap kita itu unik. Kita bisa menciptakan tepuk tangan orang lain untuk kita, yang memang ditujukan untuk kita. Sebab kita punya panggilan masing-masing. 

Jika Dia memberimu sepatu lari, maka berlarilah. Jika Dia melemparkan bola, maka kejar dan mainkan bolamu. Sebab itulah panggilanmu. Jangan membandingkan orang lain denganmu, jangan membandingkan prosesmu dengan proses dia, jangan membandingkan profesi dokter dengan kamu yang mungkin hanya seorang guru. Sebab itulah maunya Tuhan bagimu. Dimata-Nya profesimu tidak rendah atau terlalu tinggi. 

Kamu dan aku tidak harus menjadi pendeta untuk bisa membagikan bukti kasih nyata kebaikan Tuhan kepada orang disekeliling kita. Kamu dan aku tidak harus menjadi guru untuk merasa punya tanggungjawab mengajar anak-anak gelandang yang buta huruf di bawah kolong jembatan sana. Dan tidak melulu harus kaya dulu baru mau membantu tetangga yang kesulitan makan.

Tuhan menciptakan kita bukan tanpa sebab, tapi ada maksud yang luar biasa. Dia adalah pribadi yang menetapkan pengurapan yang berbeda-beda pada semua ciptaanNya. 
Jika kita ingin menuai buah yang manis, melangkahlah keluar dan mencoba mengambil resiko. Langkahkan kakimu dengan sepatu yang sudah disediakan Tuhan bagimu, jangan pakai sepatu milik orang lain karena itu justru akan menyulitkanmu. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Janji di Dalam Tuhan Yesus

Apakah Doa, hanya sebatas Ucapan Belaka?