Postingan

Ada Janji di Dalam Tuhan Yesus

Kita tidak akan pernah tahu apa yang Tuhan akan lakukan. Terkadang kita merasa bodoh memimpikan impian-impian yang Tuhan taruh di dalam hati kita. Mimpi itu selalu kelihatan terlalu besar. Dan kita takut terlihat aneh ketika kita ingin mencobanya. Sehingga terkadang kita menyerah terlalu cepat.  Saya bisa menyerah, ketika orang terdekat saya mulai mempertanyakan sebenarnya apa impian saya! Saya bisa saja menyerah, ketika teman-teman saya mulai meremehkan dan membicarakan saya dibelakang! Saya bisa saja menyerah, khususnya ketika orang tua saya mulai gelisah dengan keadaan saya.  Tapi mengapa tak kunjung menyerah?  Ada alasan, ada Tuhan yang akan menepati janji pada kita. Mempertemukan dengan impian yang kita anggap bodoh. Meskipun disepanjang perjalanan kadang rasa percaya kita renggang saat berjalan menuju impian itu. Tidak ada mimpi yang datang terlalu cepat atau datang terlalu lama. Tidak peduli betapa tuanya kita. Impian yang Tuhan taruh tidak pernah terlalu terlambat...

Setiap Kita adalah Unik

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, Ia mau supaya kita hidup didalamnya. "Efesus 2:10". Mengapa ladang orang lain lebih subur, ketimbang dengan ladang milikku?  Banyak dari kita mencoba menjadi apapun selain menjadi diri sendiri!  Ada yang memaksakan pakaian itu baginya, padahal tau jelas seharusnya tidak untuk dia kenakan, tau bahwa itu kurang nyaman dan justru jadi terlihat aneh. Kita kehilangan nalar untuk bisa mengerti siapa kita, cenderung mengkhawatirkan orang lain (negatif), menjadi pribadi yang suka mengoreksi tapi lupa jejak yang sudah kita tinggalkan di masa lalu. Mendambakan menjadi bunga, yang mungkin mendapatkan perhatian lebih dari orang lain. Memanipulasi diri, mengingini yang orang lain miliki. Kamu dan aku lupa bahwa kita ternyata diciptakan Tuhan untuk melakukan perkara-perkara yang tidak biasa.  Jangan pernah mencoba meniru panggilan orang lain. Jangan menjadi p...
Memang kamu duduk setiap hari dalam gereja,  Namun, bukan berarti kamu sudah kenal Tuhan Yesus!

Sedang Belajar Terbuka sama Tuhan

               Pernah ngak,tiba-tiba muncul dalam pikiran kita kalimat seperti ini "Tuhan itukan mahatahu, So buat apa kita harus ngasih tau ke Dia? Ribet dah harus cerita, jelas-jelas Dia tahu segala sesuatu dalam hidup kita!"  Yang pernah mikir begini, hayo? Aku pun dulu merasa untuk apa doa panjang lebar, tohh Tuhan bakalan ngerti juga kok apa maksud hati kita. Cuman mau sekedar sharing. Honestly, bisa dibilang sangat tertinggal dengan teman di luar sana. Tapi ukuran Tuhan bukan ukuran dunia. Mulai dari Mana? Aku seorang yang introvet, jelas untuk memulai sebuah hubungan dengan siapapun adalah hal yang sulit. Karena kamu terbiasa untuk tidak mempublish apapun isi hati kamu, bahkan segala kegiatan-kegiatan kamu biasanya. Merasa kalau orang lain tidak perlu tahu apa isi kepala kita. Bahkan dalam keadaan terpuruk sekalipun sangat sulit  untuk sekedar mencurahkan isi pikiran bahkan untuk meminta saran pada orang. Tapi bukan berarti kamu ...

Apakah Doa, hanya sebatas Ucapan Belaka?

Heii   Pernah ngaa sih dalam hidup ini berada di posisi kosong, hampa, atau seperti kehilangan semangat hidup? Merasa kayak apa yang kamu kerjakan pasti ngaa akan bisa sampai garis finish? Merasa gagal, hancur hati, seperti bukan diri kita yang dulu, apa-apa bawaannya langsung negatif, gampang tersinggung, hilang semangat, dan ngak ambisius akan sesuatu hal. Alasan mengapa aku menulis ini, karena aku pernah ada di fase ini. Sampai satu ketika, aku dengar sharing dari seseorang di media sosial, di mana juga ngalamin hal yang sama. Dan, mungkin juga kalian yang baca saat ini sedang bergumul hal yang sama.      So, apakah kita akan tetap diam jika sedang berada dalam fase ini? atau justru mencari tahu penyebab kenapa sampai bisa aku seperti ini? Aku ngak mau jadi orang yang sok tau dan paling benar,  aku rindu kita sama-sama bertumbuh, saling membantu untuk bisa bangkit apabila kamu sedang down saat ini. For me, menulis topik ini semacam healing buat aku pribadi, k...